Tahun 1865, Chicago Board Of Trade (CBOT) meresmikan kontrak standar untuk kontrak futures yang disebut sebagai dasar dari lahirnya futures market (perdagangan berjangka). Kontrak futures tentunya berbeda dengan forward kontrak dalam negosiasi harga. Pada forward contract, harga ditentukan oleh penjual dan pembeli secara tertutup, sedangkan pada futures contract harga ditentukan secara lelang terbuka dengan melibatkan penjual dan pembeli dalam jumlah banyak.
Tahun 1900, futures contract mengalami kemajuan pesat. Banyak bursa-bursa lainnya muncul, seperti New York Mercantile Exchange dan New York Sugar. Tahun 1923, undang-undang (UU) pertama dibuat tentang futures trading, yaitu Grain Futures Act yang mewajibkan komoditi yang diperdagangkan di bursa harus mempunyai izin dari pemerintah pusat.
Kemudian, pada tahun 1936, dibuat undang-undang yang baru yaitu Commodity Exchange Authority (CEA). Namun, pada tahun 1974, CEA digantikan dengan Commodity Trading Commosion Act (CTCA) oleh komisi perdagangan berjangka atau Commodity Futures Trading Commision (CFTC). Komisi tersebut adalah perpanjangan tangan presiden untuk mengawasi perdagangan berjangka (futures) termasuk indeks dan valuta asing. Saat ini, CFTC adalah pengawas perdagangan berjangka dengan membuat kebijakan dari ancaman persaingan usaha yang tidak sehat antar pialang dan bursa di Amerika.