Strategi Buy
Seperti yang sudah dijelaskan, Anda bisa memanfaatkan area referensi Fibonacci untuk mencari level buy. Tentu saja hal ini Anda lakukan pada saat up trend. Anda akan mempelajari praktek strategi buy dengan menggunakan area referensi berdasarkan Fibonacci retracement. Anda siap? Sebaiknya demikian.
Fibonacci practice buy 1
Dalam contoh di atas Anda telah menggambar Fibonacci retracement dengan acuan swing low di 1.59445 (100.0%) dan swing high di 1.60630 (0.0%). Area yang berwarna kuning itu adalah area referensi Anda, di mana Anda akan mencoba mencari konfirmasi pantulan yang merupakan sinyal buy bagi Anda. Di dalam area referensi itu ada tiga level retracement, yaitu: 1.60177 (38.2%), 1.60038 (50.0%) dan 1.59898 (61.8%). Ketiga level ini merupakan support.
Anda menunggu sampai harga masuk ke area referensi itu. Level terbaik untuk Buy adalah di sekitar 61.8%, namun ada kalanya Anda juga mendapatkan konfirmasi pantulan di sekitar 50.0%.
Fibonacci practice buy 2
Nah, sekarang Anda bisa melihat bahwa harga berkali-kali mencoba menembus level 1.59898 (61.8%). Terlihat level tersebut “diuji” hingga empat kali, namun selalu candlestick ditutup di atas 1.59898. Ini merupakan pertanda bahwa support itu kuat dan inilah saatnya Anda melakukan buy, di sekitar 1.60038. Targetnya adalah level 1.60630 (0.0%), sementara antisipasinya berada di exit point (1) atau exit point (2). Jadi kalau harga ternyata malah turun, Anda akan lepas posisi buy Anda di salah satu dari kedua level tersebut.
Mengapa harus ada exit point? Untuk antisipasi jika ternyata pasar berkehendak lain, yang berlawanan dengan perkiraan Anda.
INGAT SELALU BAHWA TIDAK ADA ANALISIS TEKNIKAL YANG 100% BENAR. ANALISIS TEKNIKAL HANYA MEMBANTU ANDA UNTUK MENDEKATI KEBENARAN.
Lho, lalu bagaimana saya bisa berhasil dalam trading? Mungkin itu yang Anda pikirkan. Tenang. Nanti, di Tingkat Mahir, Anda juga akan mempelajari mengenai manajemen resiko dan manajemen modal, yang kalau dipadukan dengan pengetahuan analisis teknikal yang baik akan menjadi senjata ampuh dalam trading. Semangat!
Mengapa ada dua exit point? Karena seringkali tembusnya level 76.4% merupakan indikasi awal bahwa arah tren akan berubah, sehingga banyak trader yang memilih untuk “bermain aman” dengan melepas posisi mereka setelah level tersebut tembus (break). Namun konfirmasi perubahan arah tren (reversal) sebenarnya adalah level 100.0%, sehingga para trader yang lebih “berani” memilih tembusnya level tersebut sebagai exit point mereka. Jadi, ini lebih kepada gaya trading dan mungkin juga kekuatan modal.
Strategi Sell
Strategi ini sebenarnya hanya merupakan kebalikan dari strategi buy. Kalau strategi buy dilakukan pada saat up trend, maka strategi sell ini dilaksakanan pada saat down trend.
Pada saat ini Anda menunggu terjadi pullback ke area referensi sell yang berada di kisaran antara 1.37461 (38.2%) hingga 1.38995 (61.8%). Di tengah-tengah ada level 50.0% yang berada di level 1.38228. Ingat ya, ketiga level ini adalah level resistance dan area referensi Anda itu sebenarnya adalah area resistance.
Fibonacci practice sell
Nah, sekarang pullback telah terjadi dan Anda bisa melihat bahwa harga telah berada di dalam area referensi. Perhatikan bahwa harga tidak mampu menembus ke atas level 1.38995 (61.8%), bahkan malah turun dan tembus ke bawah 1.38228 (50.0%). Inilah sinyal bahwa Anda boleh melakukan sell dengan target di level 1.34980 (0.0%). Jangan lupa, antisipasinya adalah di exit point (1) atau (2), seandainya ternyata perkiraan Anda salah.
Sekarang, mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya….
Fibonacci practice sell
Yap, hari yang indah…. Dalam menerapkan Fibonacci retracement ini, kebanyakan trader melakukan kesalahan dalam menentukan swing high dan swing low. Maka dari itu, diperlukan pengamatan yang jeli dan latihan untuk mengasah ketajaman Anda mengenali swing high dan swing low. Juga, kesabaran untuk menanti konfirmasi di area referensi mutlak diperlukan untuk bisa mempraktekkan teori ini dengan baik.